FOCUS AND PRODUCTIVE - Kok dari dulu sampai sekarang gini-gini aja. Kadang bahkan bukannya makin mudah, malah makin susah. Gimana sih nih... dan kamu pun berada diambang batas kesabaran, dan mulai bertanya-tanya. Sampai kapan saya harus bersabar ? Sampai kapan cobaan ini harus kujalani ? dimana batasnya ?
Bukan sabar namanya, kalau masih ada batasnya. Bukan ikhlas namanya, kalau masih diinget-inget terus masalahnya.
Yah... sabar itu memang sebuah ilmu tingkat tinggi. Sebuah kata yang bisa menjadi penghibur hati, disaat setumpuk masalah menghampiri. Sebuah kata yang bisa menjadi penenang jiwa, disaat hati gundah gulana.
Namun kalau kamu tidak mengerti, arti sabar yang sesungguhnya, bisa-bisa kamu justru malah kecewa. Kalau kamu tidak memahami sabar dan maknanya, bisa-bisa hatimu malah tambah menderita.
Sabar itu bukan diam tanpa kata, bukan juga diam dan menunggu saja. Sabar itu bukannya pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Bagi saya, kesabaran itu adalah sebuah kesediaan untuk berproses hari demi hari. Kesediaan untuk memahami, meski tidak sehati. Kesediaan untuk mencintai, meski rasa sudah tidak seperti dulu lagi. Bagi saya, kesabaran juga sebuah ketaatan, ketaatan untuk tetap setia, walaupun tergoda. Ketaatan untuk tetap percaya, walaupun hasil belum terlihat mata.
Sabar bukan hanya soal menanti, tapi bagaimana kita menata hati selama menjalani. Terkadang kita resah, pada kondisi tidak nyaman, yang membuat kita menderita. Terkadang kita membenci kehadiran orang-orang yang menyusahkan kita. Terkadang kita bahkan marah, ketika do’a yang kita panjatkan tidak kunjung ada jawabannya.
Padahal semua itu hanyalah soal-soal ujian, dimana ketika kita mampu menjawab dan mengatasinya, maka kita akan lulus, dengan predikat yang memuaskan.
Yah.... sabar, sabar bukan hanya juga soal menanti, tapi juga tentang menikmati. Menikmati masa tanam sebelum memanen. Menikmati belajar sebelum menjadi pintar. Menikmati bekerja sebelum kaya raya. Menikmati sendiri sebelum bertemu pujaan hati. Menikmati hujan sebelum melihat pelangi. Sabar bukan hanya soal menanti, tapi bagaimana kita menata hati selama menjalani.
Jadi untuk kamu yang sekarang masih menanti sebuah jawaban. Untuk kamu yang sekarang sedang berusaha keras, untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk kamu yang sedang memperbaiki sebuah hubungan, untuk kamu yang sedang berjuang untuk mencari keadilan. Untuk kamu yang sedang bertahan di tengah kesulitan.

0 Komentar